I made this widget at MyFlashFetish.com.

Selasa, 17 Januari 2012

Kekeliruan dan Kesalahan Teramat Sangat Fatal Dari Dunia Pendidikan Indonesia

1. TERLALU FOKUS PADA SISTEM HAFALAN.
Saya HAKUL YAKIN inilah yg menjadikan sumberdaya manusia yg dihasilkan
dari dunia pendidikan kita menjadi mandeg dan tidak berkembang yaitu
pelajar hanya didorong untuk mengingat, menyimpan dalam memori dan
menghafal berbagai kata dan kalimat standart dgn tujuan mendapat hasil
baik ketika ujian, baik ujian dikelas maupun ujian nasional..  Padahal
apa yg tertulis dalam segala materi pelajaran belum tentu tepat dan
mungkin perlu redesign atau peninjauan ulang melalui pembahasan materi
lebih teliti, juga sebagian besar adalah merupakan klasifikasi,materi
dan bahan-bahan menurut paradigma berfikir barat yg Sekuler.


2.      LUPA ATAU KURANG SEKALI PENEMPAAN KETRAMPILAN DAN KEAHLIAN KEDUA
TANGAN.
Kekeliruan fatal dunia Pendidikan adalah tidak menghargai pekerjaan
dan ketrampilan tangan, termasuk pelatihan kerja..
Anak didik hanya diberi materi buku dan tulisan yg didikte maupun
materi-materi tertulis, termasuk juga diagram, grafik dan drawing
menggambar yg hanya berdasarkan kertas, pena dan tulisan berikut
coretan-coretan gambar, tetapi jika diminta untuk menerapkan segala
pengetahuan itu dikehidupan sehari-hari malahan tidak mampu.. sebabnya
kenapa??? Karena pelajar tidak didorong untuk berkarya nyata dgn kedua
tangan sepuluh jarinya untuk menghasilkan apa saja yg sesuai dgn bahan
ajar dan materi yg ditawarkan, artinya kurang sekali ketrampilan hidup
yg bisa diimplementasikan selama dia sekolah maupun selepas dia
bersekolah .. materi lifeskill amat kurang dibanding materi hafalan
dan tulisan sehingga yg dihasilkan hanyalah lulusan pelajaran teks dan
nilai-nilai tertulis bukan nilai-nilai terimplementasikan dlm sebuah
aktivitas..
SAYA SARANKAN: SEGERA ROBAH KURIKULUM HAFALAN JADI KURIKULUM
MENGHASILKAN KARYA NYATA DGN KEDUA TANGAN ATAU BANGSA INI AKAN MAKIN
TIDAK PRODUKTIF DAN MAKIN TIDAK BERKEAHLIAN!!!

3.      TIDAK ADA PELAJARAN SISTEMATIKA BERFIKIR.
Ini salah satu sebab utama kurangnya para pemikir kita bisa
menghasilkan ide, gagasan,pendapat sendiri dan persfektif yg lebih
baik kecuali apa yg sudah tertulis dalam materi-materi sekolah maupun
kuliah.. Hasilnya adalah manusia-manusia yg tidak punya keberanian
untuk keluar dari pedoman-pedoman ilmu yg terdapat dalam materi
textbook.. Sementara kalangan ilmuwan, scientolog dan filosof barat
hampir selalu menghasilkan karya ilmiah yg ditawarkan kedunia
International lewat jurnal-jurnal Ilmiah dan forum International..
Sebabnya kenapa? Kita bangsa ini tidak diajarkan berbagai sistem
berfikir yg ada yaitu LOGIKA, RASIONALISME, EMPIRISME, PRAGMATISME,
REALISME, IDEALISME, KAUSALITAS SEBAB AKIBAT, SINTESISME,
POSTREALISME, EPISTEMOLOGI, ETIMOLOGI dst… Padahal segala sistem
berfikir adalah tonggak bagi segala bangunan keilmuwan dunia, baik itu
fisika, kimia, biologi, sosiologi, matematika, geografi, Antropologi
termasuk juga Pancasila dan Agama.. Segala sistematika berfikir yg
terdapat dalam Filsafat dunia adalah metode untuk menghasilkan
pengetahuan, adalah metode untuk meneliti, adalah metode untuk
berfikir, adalah metode untuk menghasilkan pemikiran ilmiah, adalah
metode untuk mendesain ulang kembali peradaban sekarang yg cenderung
kearah materialisme hedonisme Liberal  dan adalah metode untuk
mencipta, mengkreasikan dan menemukan keilmuan baru.. Kenapa Filsafat
atau katakanlah METODE SISTEMATIKA BERFIKIR TIDAK DIAJARKAN KHUSUS
SELAKU KURIKULUM????
SARAN SAYA: SEGERA ROMBAK KURIKULUM SEKOLAH DAN MASUKKAN PELAJARAN
LOGIKA DAN SISTEM BERFIKIR OBJEKTIF DAN RASIONAL..

Apakah cukup dgn pelajaran Matematika dgn Logika benar salah matematis
lalu akan bisa berfikir sistematis, rumit dan tepat??? Apakah cukup
dgn pelajaran Pancasila dan sistem filsafatnya kita bisa paham
sistematika berfikir?? Apakah cukup dgn segala materi ilmu pengetahuan
yg dipahami lalu semua pelajar bisa berfikir sendiri?? Apakah cukup
hanya dgn duduk, datang, dengarkan ceramah guru ataupun dosen bisa
dicetak generasi pemikir dan pencipta??? Apakah bisa dgn segala
bacaan, perpustakaan, materi tulisan lalu muncul generasi ilmiah
kreatif??? Jawaban saya adalah: TIDAK.. NGAK BISA.. TIDAK AKAN BISA
DAN TIDAK AKAN PERNAH BISA.. Sebab sendi dasar berfikir dan mencipta
tidak dikuasai oleh generasi kita yaitu FILSAFAT BERFIKIR… Sebelum
pelajar kita tidak diajarkan sistematika berfikir dgn segala
metodenya, maka Bangsa ini tidak akan mampu bersaing dalam hal
Ekonomi, Politik, militer dan Budaya  dan penelitian ilmiah dibanding
bangsa bangsa lainnya terutama barat dan Asia Timur..
WAJIB BAGI PELAJAR KITA UNTUK BELAJAR LOGIKA SISTEMATIKA BERFIKIR ATAU
BANGSA INI MAKIN TIDAK BISA MENGHASILKAN PEMIKIR-PEMIKIR DAN PENEMU
HANDAL!!!

4.      PELAJAR TIDAK TERLATIH MENGAMATI ALAM.
Salah satu kekeliruan terbesar dunia pendidikan kita adalah alam
semesta telah teredusir dan terpangkas jadi pelajaran-pelajaran buku
teks ilmu alam, bukan pelajaran ttg bagaimana mengamati,
mengklasifikasi, meneliti dan mengobservasi alam secara langsung dgn 5
pancaindranya.. Membenamkan teks dan kalimat bukan meneliti apalagi
mengobservasi, tidak lebih hanyalah sebuah permainan kata-kata yg
tidak bermakna dan penuh dgn kegiatan pembenaman kalimat-kalimat
kedalam benak anak didik. Maka yg dihasilkan adalah manusia-manusia yg
SEMACAM INI hanyalah sekedar meringkas, mencontek, mengeja, mengekor
dan menjiplak  hasil karya ilmiah yg  dihasilkan oleh peneliti dan
pengeksplorasi asing tanpa kita bisa menghasilkan individu-individu
andal dibidang ilmu alam..
SARAN SAYA: AJAK ANAK DIDIK KELUAR KELAS DAN LANGSUNG MENGAMATI DAN
MEMPELAJARI SEKITAR LUAR SEKOLAH SESUAI DGN SUBJEK PELAJARAN ATAU
BANGSA INI AKAN MAKIN TIDAK BISA MENELITI DAN MENCIPTA!!!!

5.      KURANG PENEMPAAN FISIKALIST
Ini juga termasuk satu kekeliruan fatal dari dunia pendidikan kita
dimana anak didik tidak diberi program pelatihan, penempaan dan
pembinaan fisik.. Dan malahan sistem yg ditegakkan adalah sistem duduk
selama 4-5 jam sehari dgn mata anak didik diarahkan kepapan tulis..
Dan kegiatan tulis ,menulis serta hitungan-hitungan digiatkan dgn
harapan akan muncul manusia-manusia bergiat dan pekerja keras.. MANA
BISA!!!!!!!    Mana bisa diciptakan generasi pekerja keras dan gesit
jika hanya didudukkan dan dilem pantatnya dikursi sekolah.. mana bisa
diharapkan akan lahir pekerja-pekerja trampil jika hanya dilatih duduk
dibelakang meja selama 4-5 jam dalam ruangan kelas .. Mana bisa
dihasilkan pelajar-pelajar rajin bersemangat jika diminta hanya duduk,
dengar ceramah guru, catat dan dikte, hitung angka dan pulang!!!!
Mana bisa dihasilkan pekerja-pekerja tangguh siap eksport ketrampilan
tinggi jika yg dihasilkan adalah generasi bermental meja, Berjiwa
kursi dan berpola duduk.. MANA BIISAAAA!!!!          Mana bisa
mencetak worldsports champions, jika fisiknya, tulang belulangnya,
ototnya dan jiwanya hanya dilatih duduk, duduk dan duduuuk dibelakang
meja selama 4-5 jam sehari sambil mendengarkan ceramah  gurunya yg
membosankan… Makanya lulusan kita bermental kantoran dan birokrat dan
bersedia membayar mahal atau sogok hanya untuk mendapatkan sebuah
kursi kerja kantoran dgn harapan mendapat gaji bulanan dan uang
pensiun.. kenapa???? Karena hanya disuruh duduk, duduk dan duduk
sambil mencatat dan menulis… hasilnya adalah pengangguran ketika
mereka tidak memperoleh meja kerja kantoran.. SEGERA ROBAH PELAJARAN
HAFALAN DAN DUDUK JADI PELAJARAN AKTIVITAS DGN FISIK YG BERGERAK ATAU
BANGSA INI AKAN MAKIN PENUH KEMALASAN !!!!

6.      SISTEM PENDIDIKAN PENUH TEST TERTULIS.
Kesalahan terbesar sekali dari sistem pendidikan di Indonesia adalah
ujian pelajaran ditetapkan dgn test tertulis bukan test lapangan
apalagi test fisikalist!!! Pelajar disibukkan dgn ulangan tertulis,
otaknya penuh dgn kata, kalimat, angka dan peristiwa juga fakta-fakta
yg mesti dibenamkan separuh mati siang dan malam menghafal
kalimat-kalimat mati kedalam benaknya yg milyaran neuron-neuron..
Padahal dia mesti menghadapi peristiwa dan kondisi yg berbeda dalam
hidupnya.. maka pelajar kita hanya disiapkan untuk menjadi manusia
ensiklopedia bukan manusia yg siap hidup dan berkarya nyata .. Apakah
teks-teks yg terdapat dlm buku pelajaran bisa menghidupi dirinya???
TIDAK.. dia hidup dgn kedua tangannya dan kedua kakinya, bukan
fakta-fakta dalam otaknya!!! Sayang sekali kalau milyaran neuron otak
dimanfaatkan hanya untuk menyimpan huruf-huruf mati.. Kenapa mesti
lulus dgn nilai-nilai hasil ujian tertulis bukan ujian praktek maupun
ujian pengamatan observasi ataupun ujian keolahragaan fisik????
SARAN SAYA: SEGERA ROBAH STANDART KELULUSAN ANAK DIDIK KITA ATAU YG
DIHASILKAN HANYA LULUSAN PELAJAR  BERTUNGKAI KAKI LEMAH, BERBAHU LOYO
, BERMATA SAYU, BERGERAK LAMBAN, BERMENTAL MEJAKURSI DAN MERSEMANGAT
KORUPSI SIBUK HITUNG UANG DIBALIK MEJA.

7.      SEKOLAH KEJURUAN AMAT SANGAT KURANG.
Kesalahan fatal berikutnya adalah terlalu banyaknya sekolah umum mata
pelajaran tulis baca,hitung, hafal dan test tertulis  dan kurang amat
sangat sekolah ketrampilan, keahlian khusus, kerajinan rakyat dan
keterlatihan aktivitas fisik mentality..  Padahal ini negara amat
sangat kurang manusia-manusia berketrampilan tekhnik dan specifict,
malahan yg lebih dibudidayakan adalah manusia-manusia kalimat yg sibuk
merangkai rangkai huruf.. Salah satu sebab keadaan negara saat ini yg
limbung adalah manusianya yg tidak bisa menciptakan pekerjaan bagi
diri sendiri, tidak tahu apa yg akan dilakukan dgn ijazah
tulisbacanya.. alhasil negara perlu uluran tangan tekhnisi asing,
perlu intervensi LSM asing dan bergantung pada kemurahhatian inversor
asing dlm membenahi ekonomi sosial Negara.. Gimana bisa menerapkan
ekonomi kerakyatan berbasis bangsa sendiri kalau sistem pendidikan
hanya mencetak lulusan tulisbaca?????? Gimana bisa membangun ekonomi
politik mandiri jika sekolah kita menghasilkan lulusan gerilyawan
pemburu mejakursi kantoran bukannya lulusan pencipta kerja???
Bagaimana bisa keluar dari krisis kalau bangsa ini hanya ditempa
duduk, dengar, tulis,hafal dan test tulisan???padahal ini negara lebih
butuh action dan acting yg penuh aktivitas kreatif inovatif dalam
gerak dan aktivitas berkarya menghasilkan produk-produk bersaing dan
penemuan-penemuan ilmiah demi bisa eksisnya bangsa ini dari tantangan
kapitalisme neoliberal yg siap mencengkram ekonomipolitik negara..
Padahal negara butuh devisa yg dihasilkan dari eksport produk-produk
unggulan tangan-tangan kreatif bangsa demi bisa membayar hutang yg
1300trilyun.. Padahal negara perlu keluar dari jeratan spekulan dan
monopolist asing demi meningkatkan nilai tukar rupiah yg terpuruk
akibat tidak adanya kecukupan devisa hasil eksport.. Padahal
sumberdaya alam andalan makin tipis, minyak makin terkuras, hutang
makin rata, binatang punah, emas timah tembaga menipis… Dan negara
butuh lampu aladin plus kemurah-hatian investor asing untuk bersedia
bawa devisa dan menanam modal dinegeri 1001problema ini.. IRONIS!!!

Jadi segala kekeliruan dan kesalahan sistem pendidikan kita itulah
salah satu penyebab dari keterpurukan bangsa ini. Kita tidak
menyiapkan lulusan untuk menciptakan ruang kerja malahan
menduplikatkan jutaan tukang-tukang hafal kalimat mati tanpa imajinasi
dan kaliamat-kalimat yg dibenamkan kedalam neuron hipokampus
hipotalamus telah berubah jadi mantera rapalan-rapalan penting supaya
bisa sakti ketika masuk ruang ujian kelas,semester maupun ujian
nasional.. Kelulusan dinilai dari seberapa mampunya kita mengeluarkan
isi otak  bukannya seberapa mampunya kita beraktivitas menghasilkan
prakarya kerajinan dan kemahiran ketrampilan..
     Jadi kalau masih bersandarkan pada sistem tulisbaca dan Departemen
Pendidikan tidak juga sadar akan kekeliruan kebijakan , betul-betul
Departemen ini telah berobah jadi:
" DEPARTEMEN PENDUDUKAN DAN PERAPALAN NASIONAL"

     Artinya Departemen ini telah berhasil mencetak manusia duduk dan
rapal mantera-mantera kalimat pelajaran, dimana kita telah dilatih
duduk 4-5jam sehari dalam ruang kelas dan ditempa berkonsentrasi pada
layar papan tulis yg lalu berevolusi jadi terduduk didepan TV secara
berjamaah sepulang sekolah dan terduduk dipersimpangan dipinggir jalan
, terduduk disegala pusat gerombolan dan terduduk menerima kekalahan
dan kekalahan, termasuk terduduk lesu dalam menghadapi krisis
berlanjut.. Sementara sistem rapal mantera kalimat-kalimat sakti
pelajaran digiatkan dgn test tertulis dan standart nilai minimum dgn
istilah canggih yaitu: COMPETENCY BASED CURRICULUM.. kekeliruan sistem
pendidikan kita telah mengakibatkan kematian kreatifitas, kelumpuhan
inovasi,Kelambanan, kemalasan,ketidakmampuan berfikir,penjiplakan
plagiat,pembajakan hak cipta dan keterdudukan dari malapetaka!!! Saya
tidak berharap Departemen pendidikan betul-betul jadi DEPARTEMEN
PENDUDUKAN DAN PERAPALAN NASIONAL.

SEGERA ROBAH HALUAN SISTEM PENDIDIKAN KELIRU  ATAU BANGSA INI AKAN
MAKIN MERATAPI NASIBNYA!!!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar